Sabtu, 06 April 2013

Love is Love




Namanya Oliver. Aku pertama kali bertemu dengannya di sebuah toko buku. Saat itu kami tak sengaja mengambil sebuah buku yang sama secara bersamaan. Ya! Dan tangan kami bersentuhan, dan akhirnya kami saling padang. Tatapan bola matanya yang berwarna coklat membuatku terkesima. Jantungku berdetak tak karuan.
Akhirnya ia memberikan buku itu padaku, dan tanpa sadar aku menolaknya dan mengembalikan buku itu padanya. Ia memegang tanganku, kemudian menaruh buku itu dalam genggamanku. Beberapa saat kemudian kami tersadar dan akhirnya saling tertawa satu sama lain. It was an awkward momet ever!
“Oliver,” kata pria tampan itu sambil mengulurkan tangannya.
“….”
Kami berkenalan, kemudian saling bertukar nomor handphone dan pin bb. Sejak saat itu kami semakin akrab dan semakin sering bertemu, entah sekedar ke toko buku bersama, ataupun makan siang bersama.