….
“Kenapa
aku?”
“Ya
karena aku termasuk orang yang kamu sayang,”
“Oooh…”
“Iya
kan? Jujur!”
“Sayang
karena kakak udah ku anggep kayak kakakku sendiri,”
“Ada
perasaan lain juga kan?”
“Perasaan
apa?”
“Perasaan
sayang tapi lebih dari sekedar sayangnya adek ke kakaknya.”
“PD
amat! Hahahaha….”
“Iya
kan? Ayo jujur aja,”
“Nggak
sih…. Dari awal pertama kenal juga cuma aku anggep kakak,”
“Oooh,”
Aku
hanya tersenyum.
“Semoga
itu benar perasaanmu,” katanya dengan nada sinis.
“Kenapa?”
“Gapapa,”