Tampilkan postingan dengan label Pengantar Kajian Budaya Urban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengantar Kajian Budaya Urban. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 November 2013

"WAR(ia)ZONE"

Oleh: Putri Karyani, Fikri Al Ghufron, dan Dwiky Chandra Anggara.
13838706651009989337
Wariazone

Mungkin lebih tepat jika film dokumenter ini diberi judul “War Zone” , karena terlalu banyak “perang” dan konflik yang ada di dalamnya. Konflik batin para waria, tentang gender wanita yang terperangkap dalam sex seorang laki-laki yang pada akhirnya memilih wanita sebagai identitas yang digunakan dan bahkan terkadang melakukan oprasi terhadap identitas sex laki –laki mereka (transgender). Konflik antara waria dengan lingkungan sosialnya, di mana mereka terasingkan dan ditolak oleh masyarakat. Serta perang mereka melawan kerasnya dunia kerja yang terlihat dengan sangat jelas membatasi wilayah mereka untuk bekerja dan berkarya, contoh,  mereka sering hanya berkerja sebagai pekerja salon, pengamen/penghibur atau PSK dan tidak bisa jauh dari ketiga hal itu dan bukan menjadi pegawai suatu perusahaan.  Mereka merupakan suatu eksistensi menarik sekaligus memprihatinkan untuk diamati karena banyak isu – isu negative seperti transgender, diskriminasi, per-PSK-an yang cenderung memiliki arti buruk di mata masyarakat.

Selasa, 29 Oktober 2013

Sustainable Development dan Sustainable Society

Oleh : Putri Karyani, Dwiky Chandra Anggara, dan Fikri Al Ghufron

Apa yang anda ketahui mengenai Sustainable development dan sustainable society?

Akhir-akhir ini memang sering kali kita temui alternatif-alternatif untuk menyelesaikan masalah kelestarian lingkungan yang kian hari kian memburuk. Hal ini disebabkan oleh eksploitasi besar-besaran dari para pelaku ekonomi baik kapitalis maupun liberalis. Alternatif seperti green living untuk mengatasi masalah alam dan lingkungan, namun green living  memiliki kekurangan dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Sustainable development dan sustainable society adalah 2 alternatif lain dari banyak alternative lain untuk menyelesaikan ketidak seimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. 
Sustainable development dan sustainable society saling berhubungan satu sama lain; dimana Sustainable development hanya bisa dicapai jika masyarakat di suatu wilayah mampu dikatagorikan sebagai sustainable society. Berbeda dengan green living,  Sustainable development berusaha untuk menselaraskan antara pertumbuhan ekonomi dan sosial dengan kelestarian alam dan lingkungan serta Sustainable society adalah masyarakat yang mampu mengefisiensikan penggunaan energy tak terbarui seperti energy dari minyak bumi dan menekan pengadaan limbah yang berbahaya bagi lingkungan serta masih mampu untuk memenuhi kebutuhan mereka tanpa harus membebani generasi selanjutnya.