Oleh : Putri Karyani, Dwiky Chandra Anggara, dan Fikri Al Ghufron
Apa yang anda ketahui mengenai Sustainable development dan sustainable society?
Akhir-akhir ini memang sering kali kita temui alternatif-alternatif untuk menyelesaikan masalah kelestarian lingkungan yang kian hari kian memburuk. Hal ini disebabkan oleh eksploitasi besar-besaran dari para pelaku ekonomi baik kapitalis maupun liberalis. Alternatif seperti green living untuk mengatasi masalah alam dan lingkungan, namun green living memiliki kekurangan dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Sustainable development dan sustainable society adalah 2 alternatif lain dari banyak alternative lain untuk menyelesaikan ketidak seimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Sustainable development dan sustainable society saling berhubungan satu sama lain; dimana Sustainable development hanya bisa dicapai jika masyarakat di suatu wilayah mampu dikatagorikan sebagai sustainable society. Berbeda dengan green living, Sustainable development berusaha untuk menselaraskan antara pertumbuhan ekonomi dan sosial dengan kelestarian alam dan lingkungan serta Sustainable society adalah masyarakat yang mampu mengefisiensikan penggunaan energy tak terbarui seperti energy dari minyak bumi dan menekan pengadaan limbah yang berbahaya bagi lingkungan serta masih mampu untuk memenuhi kebutuhan mereka tanpa harus membebani generasi selanjutnya.
Sustainable development, menurut the Brundtland Commission (1987), mengartikannya sebagai berikut : "Sustainable development is development that meets the needs of the present without compromising the ability of future generations to meet their own needs”. Bisa diartikan bahwa Sustainable development adalah pembangunan dengan konsep memenuhi kebutuhan masa kini tanpa membebani masa selanjutnya dengan limbah dan krisis sumber daya karena telah dihabiska pada masa kini. Pada Sustainable development, pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan ,dan kehidupan sosial masyarakat bergerak kearah kemajuan tanpa harus mengorbankan salah satu sisi seperti kebanyakan system pembangunan zaman kini. Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan benar –benar mengefisiensikan segara sumber daya baik alam maupun manusia untuk memenuhi semua kebutuhan hidup layak manusia.
Sustainable Society, tentu saja, adalah ‘society’ yang mampu , secara efektif, memenuhi segala sesuatu yang dibutuhkan oleh masyarakat tersebut untuk hidup secara layak. Usaha pemenuhan kebutuhan ini lebih difokuskan pada penggunaan energy dari sumber daya terbarukan seperti penggunaan panel matahari untuk listrik dan menggunakan bahan bakar ramah lingkungan seperti biosolar. Selain itu juga bisa dilakukan dengan efisiensi di bidang transportasi seperti lebih memilih menggunakan transportasi umum dari pada pribadi, jika berhasil, maka tingkat emisi gas berbahaya di udara akan berkurang drastis terutama di kota kota besar. Pada intinya sustainable society adalah masyarakat yang secara bertahap mampu menopang kebutuhan hidupnya tanpa harus merusak alam dan mengorbankan masa depan generasi selanjutnya.
Sustainable society adalah masyarakat yang dapat berkembang tanpa merusak alam atau menyebabkan bencana di masa yang akan datang. Namun, untuk menciptakan masyarakat seperti ini, tentu saja akan sangat sulit karena faktanya saat ini adalah manusia melakukan eksplorasi besar-besaran pada sumber daya alam yang tak terbarukan demi kepentingan, keuntungan, dan kebutuhan mereka saat ini.
Selama jutaan tahun, alam telah membangun cadangan besar sumber dayanya, seperti hutan, minyak bumi, batu bara, logam, dsb. Sekarang, masyarakat kita sebagian besar mengandalkan cadangan ini untuk kebutuhan hidupnya. Dan sayangnya, cadangan sumber daya ini jumlahnya sangat terbatas, dan dalam beberapa generasi saja, cadangan ini akan habis karena adanya proses eksplorasi besar-besaran tadi. Kita bukan hanya menghabiskan sumber daya tersebut, tetapi juga merusaknya, dan menghancurkan kemampuan planet kita ini untuk menghasilkan sumber daya baru dengan mencemari udara, air, tanah dan dengan mengubah iklim.
Untuk membangun sustainable society, keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan kebutuhan masa depan harus dicapai. Di masa lalu, hukum alam memastikan keseimbangan ini. Hari ini, hukum alam tersebut masih berlaku. Namun, dalam kemampuan kita untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia, kita dihadapkan pada dua pilihan: kita bisa terus menggunakan semua sumber daya cadangan dan membiarkan anak-anak kita menderita konsekuensi dari kelaparan sumber daya; atau, kita agresif bisa menjauh dari sumber daya tak terbarukan dan menempatkan diri pada pijakan sumber daya berkelanjutan.
Mahatma Gandhi mengatakan,"Earth provides enough to satisfy every man's need, but not every man's greed." Disini, sekali lagi kita perlu instropeksi diri. Kemampuan kita untuk berpikir ditambah dengan keserakahan kita telah membawa kita pada jalur yang bertentangan dengan Ibu Alam. Jika kita terus di jalan ini, final showdown dengan Ibu Alam sudah dekat. Namun, ini bukanlah akhir dari segalanya selama manusia mau berusaha untuk menjalani gaya hidup yang lebih baik, seperti misalnya dengan menciptakan sumber daya atau sumber energi terbarukan dan lebih ramah lingkungan serta menghentikan eksplorasi besar-besaran terhadap sumber daya yang tak terbarukan. Jika kemampuan kita untuk berpikir digabungkan dengan kehati-hatian serta kepedulian kita untuk generasi mendatang, kita akan dapat mencapai keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan kebutuhan masa depan tersebut. Dengan begitu, kita akan berdamai dengan alam. Ini adalah satu-satunya cara untuk membangun sustainable society.
Apakah Sustainable development dan sustainable society bisa diandalkan ?
Ya, tentu. Tapi hanya jika seluruh bagian yang ada dalam suatu masyarakat itu mau dan satu suara dalam usaha ini, maka sustainable society dengan sustainable development nya bisa diwujudkan. Jujur kami sendiri pesimis kalau system ini bisa dilaksanakan mengingat masih banyak diantara kita yang lebih mementingkan kepentingan pribadinya diatas yang lain sebagai contoh Negara yang bahkan mendeklarasikan perang ke Negara lain hanya untuk merebut SDA-nya. Terlebih lagi, pasti ada kekurangan dalam segala sesuatu termasuk juga pada konsep sustainable society dan sustainable development. Semakin besar sesuatu dicapai, maka akan besar juga pengorbananya, masalahnya kami sendiripun tidak tau apa yang harus dikorbankan untuk mencapai sebuah sustainable society dan kekurangan apa yang ada dalam konsep ini. Satu-satunya halangan yang ada (kami rasa) adalah kurangnya kesadaran dan keinginan masyarakat (apalagi di Indonesia). Meskipun demikian, kami tetap memiliki harapan bahwa kita akan mampu ( entah kapan ) menerapkan konsep sustainable society dan sustainable development di Indonesia dengan terus memperbaiki generasi muda secara berkelanjutan. HIDUUP PEMUDAAA !!!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar