Namanya
Oliver. Aku pertama kali bertemu dengannya di sebuah toko buku. Saat itu kami
tak sengaja mengambil sebuah buku yang sama secara bersamaan. Ya! Dan tangan
kami bersentuhan, dan akhirnya kami saling padang. Tatapan bola matanya yang berwarna
coklat membuatku terkesima. Jantungku berdetak tak karuan.
Akhirnya
ia memberikan buku itu padaku, dan tanpa sadar aku menolaknya dan mengembalikan
buku itu padanya. Ia memegang tanganku, kemudian menaruh buku itu dalam
genggamanku. Beberapa saat kemudian kami tersadar dan akhirnya saling tertawa
satu sama lain. It was an awkward momet ever!
“Oliver,”
kata pria tampan itu sambil mengulurkan tangannya.
“….”
Kami
berkenalan, kemudian saling bertukar nomor handphone dan pin bb. Sejak saat itu
kami semakin akrab dan semakin sering bertemu, entah sekedar ke toko buku
bersama, ataupun makan siang bersama.