…
Danny mengusap rambutku dengan lembut, dan aku tetap diam tak bergeming.
“Ayo dong jangan ngambek… Kita ke McD yuk, beli happy meal ama es krim,” bujuk Danny lembut.
“….” Aku hanya diam dan memalingkan muka.
“Hunny….” Danny menggenggam tanganku erat.
Aku menoleh kearahnya – wajah Danny terlihat antara bingung dan tak merasa bersalah. Huh menyebalkan! Bisa-bisanya dia lupa!

