Antropologi
berasal dari bahasa Yunani yaitu anthropos
yang berarti manusia dan logos yang
berarti wacana (bernalar, berakal). Antropologi adalah salah satu cabang ilmu yang
mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Menurut ilmu
antropologi, kebudayaan adalah “keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan
hasil karya manuasia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri
manusia dengan belajar”. Hampir seluruh kegiatan dalam kehidupan manusia
adalah suatu kebudayaan. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua hal perlu
dibiasakan dengan belajar. Ada beberapa hal – dalam artian budaya – yang
dilakukan manusia karena secara alamiah seperti tindakan naluri, refleks, dll. Dalam
kebudayaan juga dikenal istilah peradaban.
Peradaban adalah bagian dari kebudayaan yang biasanya digunakan untuk menyebut
bentuk budaya yang memiliki sifat estetika, maju, berteknologi, dan kompleks.
I'm not good-looking, popular, perfect and whatever but I'm proud of being MY SELF.
Rabu, 03 Oktober 2012
Minggu, 30 September 2012
Tugas Mata Kuliah Pengantar Ilmu Budaya : Memberi Tanggapan atas Tulisan Nirwan Dewanto, “Kebudayaan Indonesia : Pandangan 1991”
Judul
tersebut saya ambil dari tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Pengantar
Ilmu Budaya seminggu yang lalu. Lalu mengapa saya baru mengerjakannya sekarang?
Bukan karena saya malas, tapi karena saya sendiri baru mendapatkan fotokopian “Kebudayaan Indonesia : Pandangan 1991”
itu kemarin (Senin, 24 September 2012). ‘Keterlambatan’ ini disebabkan
karena sistem distribusi yang lambat dan
sebenarnya kurang efektif – menurut saya. Saya pun tidak sepenuhnya menyalahkan
oknum yang terkait dalam pendistribusian kopian ‘materi
perkuliahan’ tersebut. Karena saya sendiri, pada hari Senin cukup sibuk – dan
lelah – oleh jadwal kuliah sedari pukul 08.00 s.d 17.40, ditambah lagi jadwal
UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) bela diri yang saya ikuti mulai dari pukul 06.00
s.d 22.00. Sungguh! Hari yang sangat melelahkan.
Cinta, Oh Cinta!
Handphone
ku berdering. Dengan sigap kuambil handphoneku. Akupun tersenyum. Baru saja aku
menulis sesuatu di PM BBM, dia langsung saja mengirimiku pesan. Alangkah perhatiannya dia, batinku. Entah
mengapa, setiap kali aku menulis PM, ia selalu melakukan hal itu. Hmm…. Kalau seperti
ini terus, aku bisa ge-er dibuatnya.
Namanya
Ahmad. Aku sudah lama mengenalnya lewat jejaring sosial facebook. Kami jadi
akrab karena saat itu aku masih aktif di facebook untuk nge-like status yang bersliweran di beranda
facebook, yang ternyata, aku lumayan sering nge-like statusnya. Makin lama kami makin akrab, karena ternyata kami
menyukai klub sepak bola yang sama. Dan finally, kami bertukar nomor handphone.
Langganan:
Postingan (Atom)