Rabu, 03 Oktober 2012

Kebudayaan Menurut Ilmu Antropologi



Antropologi berasal dari bahasa Yunani yaitu anthropos yang berarti manusia dan logos yang berarti wacana (bernalar, berakal). Antropologi adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Menurut ilmu antropologi, kebudayaan adalah “keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manuasia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar”. Hampir seluruh kegiatan dalam kehidupan manusia adalah suatu kebudayaan. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua hal perlu dibiasakan dengan belajar. Ada beberapa hal – dalam artian budaya – yang dilakukan manusia karena secara alamiah seperti tindakan naluri, refleks, dll. Dalam kebudayaan juga dikenal istilah peradaban. Peradaban adalah bagian dari kebudayaan yang biasanya digunakan untuk menyebut bentuk budaya yang memiliki sifat estetika, maju, berteknologi, dan kompleks.

Minggu, 30 September 2012

Tugas Mata Kuliah Pengantar Ilmu Budaya : Memberi Tanggapan atas Tulisan Nirwan Dewanto, “Kebudayaan Indonesia : Pandangan 1991”



Judul tersebut saya ambil dari tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Pengantar Ilmu Budaya seminggu yang lalu. Lalu mengapa saya baru mengerjakannya sekarang? Bukan karena saya malas, tapi karena saya sendiri baru mendapatkan fotokopian “Kebudayaan Indonesia : Pandangan 1991” itu kemarin (Senin, 24 September 2012). ‘Keterlambatan’ ini disebabkan karena  sistem distribusi yang lambat dan sebenarnya kurang efektif – menurut saya. Saya pun tidak sepenuhnya menyalahkan oknum yang terkait dalam pendistribusian kopian ‘materi perkuliahan’ tersebut. Karena saya sendiri, pada hari Senin cukup sibuk – dan lelah – oleh jadwal kuliah sedari pukul 08.00 s.d 17.40, ditambah lagi jadwal UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) bela diri yang saya ikuti mulai dari pukul 06.00 s.d 22.00. Sungguh! Hari yang sangat melelahkan.

Cinta, Oh Cinta!



Handphone ku berdering. Dengan sigap kuambil handphoneku. Akupun tersenyum. Baru saja aku menulis sesuatu di PM BBM, dia langsung saja mengirimiku pesan. Alangkah perhatiannya dia, batinku. Entah mengapa, setiap kali aku menulis PM, ia selalu melakukan hal itu. Hmm…. Kalau seperti ini terus, aku bisa ge-er dibuatnya.
Namanya Ahmad. Aku sudah lama mengenalnya lewat jejaring sosial facebook. Kami jadi akrab karena saat itu aku masih aktif di facebook untuk nge-like status yang bersliweran di beranda facebook, yang ternyata, aku lumayan sering nge-like statusnya. Makin lama kami makin akrab, karena ternyata kami menyukai klub sepak bola yang sama. Dan finally, kami bertukar nomor handphone.