Sabtu, 06 April 2013

Love is Love




Namanya Oliver. Aku pertama kali bertemu dengannya di sebuah toko buku. Saat itu kami tak sengaja mengambil sebuah buku yang sama secara bersamaan. Ya! Dan tangan kami bersentuhan, dan akhirnya kami saling padang. Tatapan bola matanya yang berwarna coklat membuatku terkesima. Jantungku berdetak tak karuan.
Akhirnya ia memberikan buku itu padaku, dan tanpa sadar aku menolaknya dan mengembalikan buku itu padanya. Ia memegang tanganku, kemudian menaruh buku itu dalam genggamanku. Beberapa saat kemudian kami tersadar dan akhirnya saling tertawa satu sama lain. It was an awkward momet ever!
“Oliver,” kata pria tampan itu sambil mengulurkan tangannya.
“….”
Kami berkenalan, kemudian saling bertukar nomor handphone dan pin bb. Sejak saat itu kami semakin akrab dan semakin sering bertemu, entah sekedar ke toko buku bersama, ataupun makan siang bersama.

Rabu, 19 Desember 2012

CULTURAL STUDIES DAN KAJIAN BUDAYA POP


1
CULTURAL STUDIES DAN KAJIAN BUDAYA POP : SEBUAH PENGANTAR
Buku ini memiliki tujuan ganda : pertama, mengantarkan pembaca yang tertarik pada kajian budaya pop kontemporer; kedua, mengusulkan peta perkembangan cultural studies melalui suatu pembahasan serangkaian teori dan metode untuk mengkaji budaya pop.
CULTURAL STUDIES DAN KAJIAN BUDAYA POP
Cultural studies bukanlah sekumpulan teori dan metode yang monolitik. Cultural studies senatiasa merupakan wacana yang membentang, yang merespons kondisi politik dan historis yang berubah dan selalu ditandai dengan perdebatan, ketidaksetujuan, dan intervensi.

TEORI BUDAYA - David Kaplan dan Robert A Manners


I
ANTROPOLOGI: METODE DAN POKOK SOAL DALAM PENYUSUNAN TEORI
Antropologi merupakan disiplin ilmu yangmemiliki jangkauan yang luas. Bukan hanya mempelajari budaya saja, tapi juga menjelajahi masalah-masalah yang meliputi kekerabatan dan organisasi sosial, politik, teknologi, ekonomi, agama, bahasam kesenian, dan mitologi. Antropologi juga merupakan satu-satunya ilmu yang membahas dua sifat-hakikat manusia sekaligus, yaitu sisi biologis (antopologi ragawi) dan sisi kultural (antropologi budaya).