Rabu, 12 Desember 2012

CONFESSIONS OF A SHOPAHOLIC


Film Confessions of a Shopaholic ini berkisah tentang Rebecca Bloomwood yang sangat gila belanja. Saat ia masih kecil, ibunya selalu membelikannya barang yang kurang modis dengan harga yang murah – ia menyebutnya sebagai harga ibu, harga yang sesuai dengan kocek yang mampu dirogoh ibunya –  dan awet masa pakainya. Dan ketika ia melihat ke etalase, ia melihat sebuah dunia baru, dunia yang sempurna : dimana wanita dewasa mendapatkan segala sesuatu yang ia inginkan agar bisa tampil cantik hanya dengan sebuah benda ajaib bernama kartu kredit!
Ketika Rebecca dewasa, ia pun memiliknya. Ya! Dua belas kartu kredit sekaligus untuk memuaskan kegilaannya dalam berbelanja. Barang-barang dari merk ternama melekat diseluruh tubuhnya, seperti Visa, Amex, MasterCard, Gucci, dll. Saking gilanya dengan belanja, pria semenarik apapun tak akan bisa menandingi dunianya, yaitu belanja di toko untuk mendapatkan barang-barang modis dengan merk ternama. Glamor telah menjadi gaya hidupnya.
Sembari bekerja di majalah tentang perkebunan – bernama Gardening Today – ia melamar pekerjaan di sebuah majalah fashion, Alette. Dan saat akan wawancara, ia melewati sebuah toko, dan ia tertarik dengan sebuah selendang berwarna hijau, namun sayang sekali, uang dan kartu kreditnya tak cukup untuk membelinya, namun akhirnya ia mendapatkannya. Tapi sayang sekali, ketika ia telah sampai di Alette, sudah ada orang lain yang mengisi posisi idamannya di majalah tersebut. Salah satu pegawai Alette kemudian menyarankan ia untuk melamar pekerjaan di sebuah majalah keuangan, Successful Saving.
Ditengah krisis keuangan yang melandanya, Gardening Today mengalami kebangkrutan sehingga Rebecca pun harus kehilangan pekerjaannya, ditambah lagi debt collector yang terus mengejar-ngejarnya karena utangnya yang sangat banyak, totalnya mencapai $16,262.70! Rebecca pun mengirimkan lamaran kerja ke dua tempat sekaligus, yaitu Alette dan Successful Savings. Namun sayangnya, surat lamaran tersebut tertukar dan akhirnya Rebecca pun bekerja di Successful Savings. Namun, disinilah ia menjadi terkenal, karena tulisan-tulisan Rebecca yang sangat menarik.
Rebecca masih saja gila belanja, walaupun tak punya uang, setiap hari ia berada dalam kejaran penagih hutang, dan terpaksa berbohong disana-sini termasuk membohongi Luke, bos sekaligus orang yang dicintainya. Ia bahkan rela bertengkar dengan orang lain ketika berebut barang diskon dengan merk-merk ternama! Ckckckck! Walau sudah mengikuti “REHABILITASI GILA BELANJA” pun, rupanya hal ini tidak berhasil. Dan semuanya menjadi kacau ketika si penagih hutang mengacaukan acara tv show yang mengundangnya. Hubungannya dengan Luke menjadi kacau, begitu pula hubungannya dengan sahabatnya, Rebecca kehilangan semuanya. Hal ini membuat Rebecca sadar dan berubah. Ia menolak pekerjaan yang ditawarkan Alette dan menjual semua benda-benda bermerknya untuk melunasi semua hutang-hutangnya. Dan Rebecca berhasil! Semuanya pun kembali normal, sahabat, dan cintanya pun kembali padanya.
Dari film ini, banyak sekali pesan moral yang dapat kita petik, diantaranya yang pertama adalah untuk dapat bijak dalam menggunakan uang, dan jangan menghabiskan uang untuk hal-hal yang sekiranya tidak penting atau tidak sangat mendesak. Yang kedua, jangan terpengaruh oleh gaya hidup mewah dan bergengsi karena jika kita menuruti nafsu kita, itu akan membawa kita dalam ruang kehancuran. Yang ketiga, pergunakanlah kartu kredit dengan sebaik dan sebijak mungkin. Dan yang terakhir, kita harus jujur dan mau bertanggung jawab menghadapi segala resiko atas segala sesuatu yang telah kita lakukan sebagai sebuah konsekuensi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar