Film Confessions of a Shopaholic ini berkisah
tentang Rebecca Bloomwood yang sangat gila belanja. Saat ia masih kecil, ibunya
selalu membelikannya barang yang kurang modis dengan harga yang murah – ia
menyebutnya sebagai harga ibu, harga yang sesuai dengan kocek yang mampu
dirogoh ibunya – dan awet masa pakainya.
Dan ketika ia melihat ke etalase, ia melihat sebuah dunia baru, dunia yang
sempurna : dimana wanita dewasa mendapatkan segala sesuatu yang ia inginkan
agar bisa tampil cantik hanya dengan sebuah benda ajaib bernama kartu kredit!
Ketika Rebecca dewasa, ia pun memiliknya. Ya! Dua
belas kartu kredit sekaligus untuk memuaskan kegilaannya dalam berbelanja.
Barang-barang dari merk ternama melekat diseluruh tubuhnya, seperti Visa, Amex, MasterCard, Gucci, dll.
Saking gilanya dengan belanja, pria semenarik apapun tak akan bisa menandingi
dunianya, yaitu belanja di toko untuk mendapatkan barang-barang modis dengan
merk ternama. Glamor telah menjadi gaya hidupnya.
Sembari bekerja di majalah tentang perkebunan –
bernama Gardening Today – ia melamar
pekerjaan di sebuah majalah fashion, Alette.
Dan saat akan wawancara, ia melewati sebuah toko, dan ia tertarik dengan sebuah
selendang berwarna hijau, namun sayang sekali, uang dan kartu kreditnya tak
cukup untuk membelinya, namun akhirnya ia mendapatkannya. Tapi sayang sekali,
ketika ia telah sampai di Alette,
sudah ada orang lain yang mengisi posisi idamannya di majalah tersebut. Salah
satu pegawai Alette kemudian
menyarankan ia untuk melamar pekerjaan di sebuah majalah keuangan, Successful Saving.
Ditengah krisis keuangan yang melandanya, Gardening Today mengalami kebangkrutan
sehingga Rebecca pun harus kehilangan pekerjaannya, ditambah lagi debt
collector yang terus mengejar-ngejarnya karena utangnya yang sangat banyak, totalnya
mencapai $16,262.70! Rebecca pun mengirimkan lamaran kerja ke dua tempat
sekaligus, yaitu Alette dan Successful Savings. Namun sayangnya,
surat lamaran tersebut tertukar dan akhirnya Rebecca pun bekerja di Successful Savings. Namun, disinilah ia
menjadi terkenal, karena tulisan-tulisan Rebecca yang sangat menarik.
Rebecca masih saja gila belanja, walaupun tak punya
uang, setiap hari ia berada dalam kejaran penagih hutang, dan terpaksa
berbohong disana-sini termasuk membohongi Luke, bos sekaligus orang yang
dicintainya. Ia bahkan rela bertengkar dengan orang lain ketika berebut barang
diskon dengan merk-merk ternama! Ckckckck! Walau sudah mengikuti “REHABILITASI
GILA BELANJA” pun, rupanya hal ini tidak berhasil. Dan semuanya menjadi kacau
ketika si penagih hutang mengacaukan acara tv show yang mengundangnya. Hubungannya
dengan Luke menjadi kacau, begitu pula hubungannya dengan sahabatnya, Rebecca
kehilangan semuanya. Hal ini membuat Rebecca sadar dan berubah. Ia menolak
pekerjaan yang ditawarkan Alette dan
menjual semua benda-benda bermerknya untuk melunasi semua hutang-hutangnya. Dan
Rebecca berhasil! Semuanya pun kembali normal, sahabat, dan cintanya pun
kembali padanya.
Dari film ini, banyak sekali pesan moral yang dapat
kita petik, diantaranya yang pertama adalah untuk dapat bijak dalam menggunakan
uang, dan jangan menghabiskan uang untuk hal-hal yang sekiranya tidak penting
atau tidak sangat mendesak. Yang kedua, jangan terpengaruh oleh gaya hidup
mewah dan bergengsi karena jika kita menuruti nafsu kita, itu akan membawa kita
dalam ruang kehancuran. Yang ketiga, pergunakanlah kartu kredit dengan sebaik
dan sebijak mungkin. Dan yang terakhir, kita harus jujur dan mau bertanggung
jawab menghadapi segala resiko atas segala sesuatu yang telah kita lakukan
sebagai sebuah konsekuensi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar